DAKWAH
TETAP BERJALAN WALAU DIHUJANI CEMOOH
Oleh: Ustadz
Abu Yahya Badrusalam, Lc
Kewajiban
ahli ilmu adalah menyampaikan kebenaran walaupun dicemooh oleh orang orang yang
kurang ilmunya. Karena Allah
Ta'ala mengambil perjanjian dari setiap ahli ilmu untuk menjelaskan kebenaran
dan tidak boleh menyembunyikannya. Allah berfirman:
وَإِذْ
أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ
وَلَا تَكْتُمُونَهُ
"Dan
(ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari orang orang yang diberikan
alkitab, "Hendaklah kalian menjelaskannya kepada manusia dan jangan
menyembunyikannya." (Ali Imron: 187)
Imam
Qotadah rahimahullah berkata, "Ini adalah perjanjian yang Allah ambil dari
para ahli ilmu. Siapa yang memiliki ilmu hendaklah ia menjelaskannya dan jangan
menyembunyikannya."
Syaikh Muqbil
berkata dalam kitab Jami' shahihnya: "Seorang alim mengamalkan sesuai
ilmunya walaupun dicemooh oleh orang orang jahil."
Lalu
membawakan atsar atsar dari sebagian shahabat. Diantaranya kisah Ma'qil bin
yasar yang dikeluarkan oleh Ad Darimi: ketika beliau sedang makan lalu
makanannya jatuh. Kemudian beliau mengambilnya dan membersihkan kotorannya dan
memakannya. Maka orang orang ajampun mencemoohnya. Beliau berkata, "Aku
tidak akan meninggalkan apa yang aku dengar dari Nabi shallallahu alaihi
wasallam hanya karena cemoohan orang orang ajam tersebut."
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar